Minggu, 22 Februari 2015

20150223_120753[1]

Pha Nga Bay, James Bond Island

Berawal dari niat jahat buat bolos dihari jumat buat trip Malaysia Singapore ternyata berujung cuti dadakan. Semaleman nyusun kata kata buat izin atasan ternyata whats app saya ngga dibales bales juga. Pagi harinya, dengan keringat dingin dan sisa sisa keberanian saya memberanikan diri untuk mohon arahan baiknya izin atau cuti. Singkat, padat, jelas dan penuh pengertian pak bos menginstruksikan untuk cuti. Yeay!lompat kegirangan dan kemudian hening karena saya tidak tau mau kemana setelah saya pulang dari Malaysia di hari sabtu. Tiket Jakarta – Kuala Lumpur PP juga sudah dibeli. Kemana? adalah pertanyaan yang mengemuka setelah perijinan cuti sudah saya dapatkan. Karena waktu yang sangat mendadak pasti harga tiket mahal mahal. Bangkok!cek website Air Asia dapet harga PP Rp 1.600.000,- mehoong ciin tapi ya sutralah namanya juga mendadak. Pas udah klik mau beli harga berubah jadi Rp 2.300.000,- kalau segitu mah ane mundur teratur gan. Nyesek bayarnya!. Tetapi saya tidak mau menyerah, saya tak mau cuti saya habis begitu saja dengan bermalas malasan di kosan. Ujung pencarian membawa saya dalam kelelahan, kepasrahan dan kekhilafan membeli tiket Jakarta – Puket PP Rp 1.300.000,- wait? PHUKET? yess PHUKET!!. Rasanya seketika itu juga pengen nyanyi lagunya Taylor Swift yang Blank Space buat Air Asia “Oh my god look that face, you look like my next mistake!“. Entah suatu kebetulan atau bukan, tetapi saya ingat betul pada bulan Desember 2014 saat saya dan seorang rekan saya menghadiri gathering Backpacker Dunia dan mengambil Phuket Map oleh oleh dari rekan yang baru saja pulang dari sana. Saya berkata pada teman saya “Sekarang ambil dan simpen dulu petanya, entah kapan pasti bakal kesana” voila!! dua bulan setelahnya saya benar benar goes to PHUKET!!. Pesan moral : jangan takut untuk bermimpi!jaga mimpimu, simpan dalam hati dan yakinlah suatu saat pasti terwujud, cuma masalah waktu.

20150222_181130[1]

Nasi kuning combo

Dinihari saya baru sampai di kamar sepetak alias kamar kost saya didaerah Ragunan (bukan di kebun binatang) dan tidur dikasur paling nyaman sedunia. Bangun tidur kuterus mandi tidak lupa menggosok gigi dan NYUCI!!. Cucian sisa dari trip saya sebelumnya harus saya tinggalkan dalam keadaan bersih dan tentu saja tidak di laundry karena saya sudah bokek. Sambil nyuci dan beberes saya packing buat Phuket trip. Packing done! tanpa sempat makan saya segera menuju pasar minggu menggunakan angkot merah S15A dengan ongkos Rp 4.000,-. Tengah hari saya sudah duduk manis dalam Bus Damri Pasar Minggu – Bandara dan lagi lagi bayar Rp 40.000,-. Mahal sih tapi better daripada harus naik taksi dengan ongkos seratus ribuan. Duduk diruang tunggu bandara, saya masih berharap email saya untuk lady jujuka dibalas. Sayangnya sampai saya take off pun lady jujuka tak membalas email saya. Lady jujuka ini tour and travel paling famous di kaskus sekaligus saya dapat dari blognya mas arievrahman. Namanya SWAT adventure. Saya mengirim email perihal harga dan ketersediaan paket tour. Flight Jakarta – Phuket pukul 17.20 dan akan sampai di Phuket pukul 20.10. Belum sempat makan dari siang membuat saya kelaparan selama 3 jam penerbangan, niat ngirit saya buang jauh jauh akhirnya saya memesan seporsi nasi kuning combo seharga Rp 65.000,-. Penerbangan kali ini tak senyaman biasanya, banyak goncangan membuat saya tidak bisa tidur nyenyak. Selain goncangan pesawat, pikiran bakal sampai di phuket tanpa informasi apa – apa karena sesungguhnya ini sangat mendadak dan saya belum sempat googling informasi dan pesan hotel sedikit banyak membuat saya was – was. Semoga aja ngga diculik.

20150222_205142[1]

Minivan Bandara – Patong

Welcome to Phuket!!agak deg degan juga karena sudah malam. Konon katanya banyak calo menawarkan taksi dan sewa mobil dari bandara. Saya paling males sama calo. Trauma ketemu calo gara – gara jaman naik bus dari terminal bus lebak bulus yang selalu dikerubutin dan diikutin calo calo yang rese minta ampun. Beruntung didetik detik keberangkatan salah seorang rekan Backpacker Dunia menginformasikan kepada saya kalau dari Bandara ada minivan semacam travel. Bermodal informasi tersebut saya melenggang dari bandara dengan pedenya. Bodohnya saya, saya tidak mengambil sim card gratis. Travel tips untuk rekan rekan traveller semuanya, jangan lupa ambil sim card yang dibagikan secara gratis. Setelah imigrasi ada counter pembagian sim card GRATIS!!. Jadi jangan lupa untuk mengambilnya dan melakukan top up di sevel atau family mart terdekat. Untuk paket 3 hari unlimited data harganya 150 bath. Jadi selama di thailand tetap bisa eksis tanpa harus jadi banci wifi. Begitu keluar, tepat disebelah kiri pintu ada counter minivan yang teman saya maksud. Harganya sudah pas, untuk Bandara ke Patong harganya 180 bath.

20150222_205132[1]

Tempat pendataan alamat hostel dan tidak lupa ditawari paket tour juga

Iseng menunggu minivan, saya mampir ke salah satu gerai yang menawarkan beragam paket tour. Setelah tawar menawar, untuk one day tour Pha Nga Bay (James Bond Island) dan one day tour Phi Phi Island travel tersebut mematok harga 2800 bath. Astagaah mahal sekalih. Sebelumnya, saya sempat membaca tulisan travel blogger ternama yang tentu saja sedang naik daun. Dalam postingan tersebut doi mendapatkan harga 2400 bath untuk paket yang sama plus VIP tiket Simon Cabaret Show. Saya menawar 2000 bath dan tidak berhasil mendapatkannya ya saya tinggal pergi. Perjalanan dari bandara ke Patong lumayan jauh, sekitar 1 jam. Perjalanan kali ini benar benar MODAL NEKAT, NO PLAN, NO ITINERARY, jalan aja pokoknya. Tak jauh dari bandara minivan yang kami naiki berhenti disebuah agen travel. Sempat deg degan, jangan jangan saya mau dijual. Mengingat maraknya kasus human trafickking, parno juga saya. Ternyata kami berhenti dan turun ke kantor tersebut untuk pendataan alamat hotel yang akan kami tuju. Pelayanan prima banget!. Brilian sekali ide travel bandara ini ya. Loket yang di bandara tidak ribet mendata alamat, agent travel juga diuntungkan apabila ada customer yang mau paket tour. Bepergian seorang diri tidak perlu ribet ribet pesan hostel jauh jauh hari, go show saja.

20150224_230732[1]

Patong area

Berhubung ternyata minivan ini akan mengantar sampai hostel, saya tunjukkan saja alamat salah satu hotel termurah hasil searching saya di Booking.com. Minivan kembali melaju menembus sepinya phuket malam itu. Saya menjadi penumpang minivan yang paling pertama diantar. Minivan menepi di kompleks bar yang menampilkan gadis gadis yang sedang menari striptease. Saya bingung, tak ada satupun hotel disitu. Driver minivan cuma bilang kalau hostelnya ada di dalam. Saya masuk ke sebuah jalan lumayan besar tapi ditutup dan tidak boleh dilewati mobil. Ramai sekali orang lalu lalang, kanan kiri penuh club yang menampilkan gadis gadis seksi sedang striptease. Sambil terus menerus beristighfar saya menyusuri sampai ujung jalan sampai ujung sekitar 500 meter sudah jalan besar yang bersebelahan dengan pantai patong, mana ini hostelnya.

20150222_233856[1]

Soi Bangla

Beruntunglah ada pos polisi. Dua orang polisi berpakaian preman menunjukkan arah hotel tersebut dan tentu saja masuk dalam jalanan ramai penuh orang dan club yang sudah saya lewati tadi. Saya jalan balik ke jalanan tadi. Buka handphone, zoom in zoom out pada capture-an tampilan booking.com hostel yang saya cari. Jadi jalanan ramai ini namanya Jalan Bangla, jadi alamat hostelnya ini soi Bangla yang mana soi itu dalam bahasa thailand yang artinya jalan, GOD!. FYI, Bangla walk ini pusat nightlife nya phuket. Damn! ternyata di gambar yang saya capture ada keterangan kalau hostel yang saya maksud ada di bawah Bangla Mall dan saya sedang ngemper di teras Bangla mall!!. Benaaar hostelnya ada di bawah mall sebelahan sama Bangkok Bank, got it!. Hostelnya bersih. Meskipun berada dipusat keramaian di dalam hostel suasananya aman, tentram dan damai. Mungkin karena hostel ini berada di basement mall, sehingga suara suara brisik dari luar tidak terdengar. Memasuki pintu hostel setiap pengunjung diwajibkan untuk melepas alas kaki, bahkan di dalam hostel pun tidak diperkenankan menggunakan alas kaki. Ingat ya walaupun berada dikawasan penuh club, minuman keras dilarang masuk hostel loh.

20150223_211931[1]

Capsule Hostel, Bangla Mall

Resepsionis hostel menjelaskan jenis jenis kamar di hostel tersebut. Bahkan saya diajak berkeliling melihat fasilitas hostel dan jenis jenis kamar yang ada di hostel tersebut. Paling murah permalam 300 bath. Kamar termurah ini ada di ruangan utama, satu ruang dengan ruang yang biasa dipakai untuk santai, nonton tv, dan sarapan. Bentuknya mirip tempat spa di jepang, area luas tanpa sekat yang diletakkan kasur kasur begitu saja, rasanya tidak enak tidur dan menjadi tontonan orang orang yang lewat. Kamar selanjutnya adalah yang berbentuk kapsul. Harga permalamnya 400 bath dan ini yang saya pilih. Bentuknya mirip sekali sama capsule hostel tempat saya menginap di singapore dulu, kaya kotak mayat. Fasilitas yang didapatkan adalah free wifi, sarapan, dipinjamkan handuk dan selimut, plus locker yang dapat dikunci. Rasanya ingin segera mandi dan tidur, tetapi mengingat saya belum mendapatkan tour untuk esok hari, saya iseng berkeliling untuk mencari agen tiket yang disebutkan dalam blog yang saya baca.

20150222_233343[1]

Phuket Athena Tour and Travel

Niatan menggunakan sendal jepit yang saya bawa jauh jauh dari Indonesia ternyata sendal yang saya bawa kanan semua. Lantaran packing terburu buru sampai saya tidak memperhatikan sendal yang saya bawa kanan semua. Akhirnya saya merelakan uang 100 baht untuk membeli sepasang sendal jepit baru setelah berkeliling mencari harga termurah dengan menggunakan sendal jepit kanan semua. Lelah berkeliling dan saya tidak menemukan agen tersebut, saya iseng berbelok pada sebuah agen tiket yang letaknya dekat dengan hostel. Saya menanyakan one day tour Pha Nga Bay (James bond Island) dan one day tour Phi Phi Island. Mbak penjaga counternya kaget kenapa udah hampir tengah malam gini saya mintanya tour buat besok, setelah saya jelaskan saya baru sampai dan cuma punya waktu sebentar di Phuket, doi maklum. Nama mba penjaga counternya adalah Fon. Fon sibuk dengan handphonenya entah menghubungi siapa untuk menanyakan tour untuk besok available atau sudah full booked. Bingo!!available. Akhirnya setelah perdebatan sengit saya membayar 2680 bath untuk one day tour Pha Nga Bay (James Bond Island), one day tour Phi Phi Island, dan VIP tiket simon cabaret. Kata si mbak untuk Phi Phi Island saya pake big boat bukan speed boat. Kalau mau speed boat saya harus nambah 300 bath, jelas kikir mode on saya ngga mau. Saya kembali ke hostel dengan tenang, sampai hari terakhir di phuket saya sudah punya agenda dan tinggal duduk manis menunggu antar jemput.

Senin, 23 Februari 2015

20150223_093717[1]

Patong Beach

Bangun siang, menikmati sarapan sepuasnya ini baru liburan!. One day tour hari ini dimulai tidak pagi pagi buta. Pukul 10.00 saya harus sudah stand by di depan agen tour tempat saya membeli paket tour kemarin. Dari hostel ke agen tour jaraknya sangat dekat, sekitar 500 meter. Agen tour tersebut berada persis di sebrang patong beach. Berbekal niat tak ingin terlambat, setengah jam sebelum waktu yang seharusnya saya sudah nangkring di agen tour tersebut. Berhubung masih banyak waktu saya berjalan jalan keliling area patong menikmati pantai patong. Pantainya bersih, banyak bule sunbathing dan cuma saya yang pakai baju lengkap dan sibuk sendiri bertongsis ria. Kali ini yang jaga bukan mbak mbak semalam, katanya dia kakaknya. Saya lupa yang ini namanya siapa, tapi dia sangat ramah dan baik hati. Menemani saya dan mengobrol kesana kemari. Baru sebentar saja saya sudah tau arah belanja souvenir di paradise area dan arah ke Jungceylon mall, karena dijelaskan oleh mbak mbak ini. Bahkan saya juga tau dia punya anak yang katanya seumuran saya (padahal anaknya masih SMA berarti saya kelihatan masih muda) yang sekolah di phuket town. Si mbak mbak ini punya anak 2, suaminya 1, bekerja di simon cabaret.

20150223_125735[1]

Pha Nga Bay

On time!jemputan datang tepat waktu. Jemputan menggunakan minivan. Driver minivannya baik dan murah senyum walapun doi tidak terlalu mahir berbahasa inggris dan kami ngobrol menggunakan bahasa isyarat, tetapi doi tak segan segan menjelaskan kepada saya akan banyak hal tentang phuket. Saya duduk di bangku depan, bak tamu VIP. Perjalanan dari patong ke dermaga sekitar 1 jam. Sampai dermaga driver memberikan kami stiker berwarna kuning, kami bergabung dengan rombongan dari minivan minivan lain dengan warna stiker yang sama. Setelah berkumpul dengan rombongan berstiker sama, kami mendapatkan seorang tour guide. Tour guide kami galak, doi selalu teriak teriak agar kami on time. Setelah membriefing kami semua dan menginstruksikan kami untuk memakai pelampung, doi membawa kami ke dermaga untuk naik keatas perahu, perahunya bermotor kok ngga usah di dayung.

20150223_135110[1]

Canoing di Panyee Island

Perlahan lahan perahu kami berjalan membelah hutan bakau yang kondisinya terjaga. Berbeda sekali dengan hutan bakau di daerah marunda. Dermaga disini bersih dan teratur, tidak seperti di muara angke. Disitu kadang saya merasa sedih, masyarakat kita kurang begitu peduli dengan kebersihan dan keteraturan, ujung ujungnya paling nyalahin pemerintah. Dermaga disini bersih, tidak ada sampah berceceran. Setelah menempuh perjalanan sekitar 20 – 30 Menit perahu sudah bersandar pada dermaga kecil, welcome to Pha Nga Bay. Pha Nga Bay ini cuma daratan kecil yang sebenarnya terbentuk karena tumpukan batu batu besar. Berkeliling pulau hanya membutuhkan 5 menit jalan kaki. Warna airnya hijau lumut. Lokasi ini terkenal dengan nama James Bond Island karena dulunya digunakan untuk lokasi film James Bond The man with the golden gun. Pemandangan sekeliling yang membuat pulau ini unik adalah batu batu besar bisa berdiri tegak tanpa rubuh. Setelah berkeliling pulau, kami kembali berkumpul di dermaga dan naik ke atas perahu. Perjalanan dilanjutkan menuju ke Panyee Island. Agenda kami di Panyee island adalah canooing. Sedikit tak tergambarkan dalam benak saya adalah saya harus duduk seorang diri di atas perahu kano dan membiarkan cano tetap seimbang dan melaju. Perahu kami merapat ke boat yang lebih besar. Kami semua berpindah ke boat yang lebih besar. Diatas boat ini kami menggunakan pelampung dan bersiap siap untuk cano. Satu cano terdiri dari 3 orang. Satu orang instruktur yang mendayung cano dan 2 orang selaku penumpang. Menggunakan cano kami berkeliling panyee island, menyusuri goa dan hutan bakau. Enaknya tinggal duduk manis karena sudah ada yang mendayung cano. Kalau haus juga ada kapal yang menjual kelapa muda, pas untuk menghilangkan dahaga di tengah teriknya siang itu. Jangan lupa memberikan Tip untuk pendayung cano, karena mereka tidak akan segan segan meminta tip.

20150223_162513[1]

Sleeping Budha at Monkey Cave

Selesai canoing kami kembali ke atas perahu besar untuk minum es sirup dan berisitirahat sejenak. Kami berpindah ke speed bot kami sebelumnya dan menuju muslim village. Konon katanya penduduk muslim village ini dahulunya imigran dari indonesia loh. Kami makan siang di muslim village, menu masakannya juga tidak beda jauh dengan masakan indonesia. Rasanya juga enak. Entah karena lapar atau memang enak saya juga kurang paham. Selesai makan siang, kami melanjutkan perjalanan untuk kembali ke Dermaga. Tour berakhir pada pukul 17.00, minivan yang tadi pagi menjemput kami juga mengantarkan kami kembali ke hostel. Sebelum menuju hostel, minivan berhenti ke objek wisata terakhir, MONKEY CAVE. Monkey cave merupakan kompleks gua dan tebing. Mengapa namanya Monkey Cave? karena disekitar gua banyak sekali monyet yang hidup bebas. Pengunjung bisa berinteraksi dan memberi makan monyet monyet yang ada disekitar gua. Gua yang ada disini mirip dengan Batu Cave yang ada di Malaysia. Kompleks gua merupakan area yang digunakan untuk beribadah. Di dalam Kompleks gua terdapat banyak patung budha dan dewa dewi yang dipercaya oleh masyarakat Thailand.

20150224_231627[1]

Banana Pancake

Macetnya sore itu dikarenakan ramai orang yang hendak berburu sunset membuat perjalanan pulang memakan waktu lebih lama. Pukul 19.00 saya baru sampai di hostel. Lelah tak membuat saya berleha leha di hostel. Setelah mandi, saya berkeliling area pasar malam di sekitar patong. Malam ini saya ingin mencicipi tom yam dan tentu saja banana pancake. Satu porsi banana pancake bisa diperoleh seharga 50 baht. Murah dan rasanya enak. Selain menjual aneka pancake, disepanjang patong beach juga banyak yang menjajakan aneka mix juice. Entah mengapa saya suka sekali mangga thailand. Rasanya manis dan dagingnya tebal. Pokoknya beda sekali dengan mangga Indonesia.

Selasa, 24 Februari 2015

20150224_084609[1]

Dermaga Penyeberangan ke Phi Phi Island

Selamat pagi phuket!!biarpun liburan tetep bangun pagi spesial buat hari ini. Jemputan hari ini datang tepat waktu pukul 07.00. Hari ini jadwalnya Phi Phi Island Tour. Jemputan hari ini berbeda dengan jemputan kemarin. Drivernya tidak mengerti bahasa inggris sama sekali membuat saya kesulitan berkomunikasi. Saya diantar sampai dermaga yang berbeda dengan dermaga sebelumnya. Dermaga kali ini mirip sekali dengan muara angke. Bedanya dermaga disini bersih dari sampah. Hiruk pikuk wisatawan yang bergerombol mengerumuni tour guide yang teriak – teriak menjelaskan perihal tour hari itu membuat suasana dermaga kecil ini semakin heboh. Saya satu satunya penumpang di dalam minivan yang mendapatkan stiker berwarna hijau sedangkan yang lain mendapatkan stiker berwarna biru. Entah apa yang membedakan diantara kami. Dua perahu boat besar bersandar di dermaga, saya pikir terserah mau memilih yang mana, maka saya memilih untuk bergabung bersama rekan rekan satu minivan saya.

20150224_133558[1]

Phi Phi Island

Boat melaju membelah lautan, kurang lebih 2 jam tibalah kami di Phi phi Island. Kami diminta untuk berpindah ke boat yang lebih kecil. Saat turun dan hendak berpindah kapal tiba – tiba guide menanyakan mengapa saya ada di boat tersebut. Boat yang saya naiki ternyata diperuntukkan untuk stiker berwarna biru yang mana pemegang stiker berwarna biru ini tidak akan kembali ke phuket karena mereka akan bermalam di phi phi island. Matilah awak!. Untungnya dalam boat ini terdapat pemegang stiker berwarna hijau tetapi paketnya paket diving sedangkan saya paket snorkling. Beruntungnya guidenya baik hati. Doi mengijinkan saya untuk ikut ke kapalnya menuju spot diving. Saya duduk manis mendengarkan guide menjelaskan tata cara menggunakan peralatan diving. Setiap peserta mengganti pakaian dan bersiap untuk diving. Saya hanya berkeliling kapal dan sibuk memngabadikan indahnya phi phi island. Tiba – tiba guide datang menghampiri dan menegur saya dengan bahasa inggris seadanya menanyakan kenapa saya tidak diving, pakai saja semua fasilitas nanti saya tinggal bayar ke guide.

20150224_132626[1]Berhubung tak cukup uang saya menolak dan menyampaikan bahwa uang saya tidak cukup. Guide tertawa terkekeh “just kidding, free!” yeaaay dan saya diving dengan gratis. Saya ditemani guide perlahan lahan mulai menikmati pemandangan bawah laut. Ikannya banyak sekali pemandangannya cantik. Sayang saya tidak foto underwater karena harganya 1000 baht, mahal. Diberikan diving gratis saja saya sudah cukup puas. Diving hanya diperbolehkan dikedalaman kurang dari 7 meter dikarenakan saya bukan diver yang berlicensed. Saya kembali ke kapal yang mengantarkan saya ke boat besar yang sedang bersandar. Saya berjalan kaki untuk makan siang di Phi Phi Island. Pemandangannya cantik sekali. Pantainya putih bersih cantiiik. Setelah makan siang saya kembali ke boat yang membawa saya kembali ke darmaga tempat saya berangkat tadi. Minivan sudah menunggu saya di dermaga. Minivan yang mengantar saya pulang berbeda dengan minivan yang menjemput saya tadi. Driver minivan berjajar membawa tulisan nama hostel tempat penumpang menginap. Tour berakhir pukul 17.00.

20150224_204428[1]Malam ini malam yang saya tunggu tunggu. Saya akan menyaksikan Simon Cabaret Show. Pukul 20.30 saya dijemput minivan yang mengantarkan saya menuju studio tempat pertunjukan digelar. Tiket VIP sudah ada ditanyan, saya duduk dijajaran depan panggung. Sebelum pertunjukan dimulai, layar menampilkan peringatan kepada siapun dilarang keras untuk merekam pertunjukan. Pertunjukan dimulai dancer dancer cantik yang notabene adalah lady boy berjoget mengikuti irama dengan balutan kostum cantik warna warni lengkap dengan make up, tata lampu dan panggung yang luar biasa indah. Pertunjukan ditutup dengan parade dari para dancer. Setiap pengunjung diperbolehkan berfoto dengan para dancer asal memberikan tip 100 baht. Luar biasa cantik cantik walau sesungguhnya mereka lelaki. Simon cabaret menutup tour saya hari itu.

Rabu, 25 Februari 2015

20150224_232947[1]Free day!. Hari ini hari bebas tour, hari malas malasan sedunia, hari jalan jalan suka suka. setelah sarapan pagi saya berjalan kaki keliling area patong untuk berburu oleh oleh. Panas tak menghalangi niat saya untuk keluar masuk dari satu toko ke toko lain. Thailand memang surganya belanja. Aneka souvenir dengan motif gajah khas thailand menjadi daya tarik tersendiri. Entah sudah berapa jam tiba tiba saja minivan yang akan mengantarkan saya ke bandara sudah tiba. Saya harus segera menuju bandara. Minivan yang menghantarkan saya ke bandara harganya 150 baht yang sebelumnya saya pesan melalui resepsionis hostel. Rasanya saya ingin berlama lama di phuket biar bisa overland ke Bangkok, menikmati sunset di Surin Beach, berenang seharian di maya beach dan krabi. Ah seandainya pekerjaan saya adalah jalan jalan, nikmat Tuhan mana lagi yang kamu dustakan. Sayangnya lagi – lagi waktu tak mengijinkan saya berlama – lama. See you next time Thailand. Happy Travelling.

Advertisements